Adat dan Budaya

Adat Dan Budaya

Kehidupan sehari-hari warga Kampung data bilang baru. Sebagai masyarakat Mahakam Ulu pada umumnya dan khususnya masyarakat Kenyah, cukup kental dengan unsur adat yang sudah diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang mereka. Mulai dari kegiatan bercocok tanam maupun kegiatan lainnya seperti peristiwa kelahiran, perkawinan, kematian, dan lain-lain berikut adalah informasi singkat tentang beberapa adat istiadat dan budaya yang masih berlaku hingga sekarang di ini di antaranya.


Gambar 1. Laki-laki yang mempersiapkan peralatan lamaran

a.      Perkawinan

Pernikahan dalam masyarakat data bilang baru, dimulai dari lamaran yang ditandai Ketika laki-laki memberikan barang berupa barang sarung dan lain-lain. Tanda bahwa lamaran diterima adalah ketika perempuan menerima barang tersebut. Selanjutnya dilakukan penjemputan oleh keluarga laki-laki kepada calon mempelai perempuan titik dengan penjemputan ini maka sang mempelai perempuan sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga laki-laki, sudah diterima Dan disambut sebagai anak sendiri oleh pihak laki-laki.

Pernikahan sendiri dilakukan dengan dua cara. 1) pernikahan dilakukan di gereja dulu dan kemudian diikuti dengan pernikahan adat, atau 2) pernikahan dilakukan secara adat dulu baru kemudian dilakukan di gereja. Jadi ada yang ada dulu baru agama, Tetapi ada juga yang agama dulu baru ada. Sahnya sebuah perkawinan dalam adat biasanya ditentukan ketika barang mas kawin diserahkan kepada pihak perempuan dengan disaksikan oleh warga dan kepala adat.

b.      Kematian

proses pemakaman jenazah dalam sebuah kematian pada suku Dayak Kenyah diDatah Bilang Baru membutuhkan waktu yang tidak Sebentar lama atau tidaknya tergantung tingkatan sosialnya semakin tinggi tingkat sosialnya maka akan semakin lama jarak antara kematian dengan waktu penguburan jenazah Hal tersebut dikarenakan akan semakin banyak doa-doa dan waktu untuk keluarga dan masyarakat datang melayat selama waktu tunggu tersebut juga disiapkan semacam pati (kayu gelandangan yang dilubangi tengahnya) untuk menempatkan jenazah di dalam liang lahat. Tempat tersebut dinamakan lungun.


Gambar 2. Proses Pengantaran Jenazah Menuju Pemakaman

Biasanya anggota keluarga ataupun teman dan handal handai taulan yang datang melayat ikat kepala khusus yang menandakan ikut berbelasungkawa titik selamanya pemakaman pemakaian ikat kepala tersebut pada dasarnya tidak ditentukan dengan tegat bisa hanya pada saat sampai jenazah dimakamkan atau bisa sampai setelah jenazah dimakamkan.

c.       Nugan

Prosesi budaya lainnya yang cukup mencolok adalah Nunggal atau nogan atau bercocok tanam, terutama padi di lahan pegunungan menugal di kampung Datah Bilang Baru tidak dapat dipisahkan dari nugal di kampung datah bilang Ulu dan patah bilang ilir.



Gambar 3. Kegiatan Nugal dan Bibit untuk Nugal

 

Nugal biasanya dilakukan secara bergotong-royong dan pengerjaan ladang dilakukan secara bergiliran, pertama, malam sebelum nugal masyarakat memasak makanan yang akan dibawa ke ladang karena masyarakat Kenyah tidak memasak di ladang pada saat kegiatan menugal titik kedua, sebelum menugal biasanya diadakan acara makan-makan atau sarapan terlebih dulu di rumah warga yang akan menugal. Kemudian diadakan doa bersama mohon kelancaran dalam kegiatan menugal.

Ketiga, menugal sendiri dilakukan setelah sarapan dan doa, cara menugal yaitu dengan menanam baris-berbaris. Setelah satu baris selesai sampai pada batas ladang warga akan beristirahat makan dan minum bersama, dan kemudian Nunggal dilanjutkan ke baris berikutnya. Demikian seterusnya hingga benih habis semuanya.

Perlengkapan nugal yang biasa digunakan oleh Dayak Kenyah adalah :

1)      Kiba, Ingen : Tas untuk memasukkan peralatan bagi perempuan

2)      Anjat        : Tas untuk memasukan peralatan bagi laki-laki.

3)      Keletaing  : penahan panas di punggung

4)      Pasuk        : Anyaman rotan tempat menaruh benih padi yang di bawa

5)      Tugal        : Tombak untuk membuat lubang pada tanah biasanya digunakan oleh

  laki-laki

d.      Pesta Panen

Setelah penanaman, maka adat berikutnya yang penting bagi warga Datah Bilang Baru adalah Pesta Panen. Dalam bahasa lokal, Pesta Panen ini disebut Mecak Undat yaitu bentuk syukur atas hasil panen yang ada. Sebagai ucapan syukuran Mecak Undat dilakukan setelah panen selesai. Warga masing-masing menyumbangkan hasil panennya, berupa beras yang dikumpulkan di kelamin adat.

Beras yang sudah dikumpulkan lalu ditumbuk dalam lesung yang memanjang secara beramai-ramai. prosesi menumbuk beras Ini menghasilkan bunyi yang Riuh dan berirama. Beras yang sudah ditumbuk kemudian dimasak sebagai panganan. sebagaian lagi dimasak dalam bambu (menjadi Nasi Lemang). Hasil olahan tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh warga kampung.

 




Gambar 4. Pesta panen masyarakat desa datah bilang baru

Proses syukuran panen ini berlangsung satu hingga dua hari di antara waktu tersebut dilakukan pertemuan-pertemuan yang didalamnya ada nasihat-nasihat yang diberikan secara bergiliran oleh para tetua dan tokoh masyarakat kepada para warga yang hadir


0 Comments:

Posting Komentar

Kontak Kami

Profil Singkat

Profil kampung merupakan gambaran menyeluruh tentag karakter kampung yang meliputi seluruh aspek yang ada di kampung. Sesuai dengan hal tersebut. Secara umum penyusunan profil kampung Datah Bilang Baru Kecamata Long Hubung.

Alamat:

Desa Datah Bilang Baru, Kec.Long Hubung Kab.Mahakam Ulu Kalimantan Timur

Jam Buka:

Senin - Jum'at jam 08:00 - 16:00

Email:

datahbilangbaru@gmail.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Kesehatan

Aktivitas Kesehatan Gambar 1. Kegiatan menimbang balita diposyandu Datah Bilang Baru Di kampung Datah Bilang Baru terdapat dua Fasilit...

Cari Blog Ini

Terupdate

4/recentposts

Komentar

4/recentcomments

Popular